Jumat, 15 Maret 2013

Bawang Merah Bawang Putih


Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih
Zaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja ibu Bawang merah supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Maka ayah Bawang putih kemudian menikah dengan ibu Bawang merah. Mulanya ibu Bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada Bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”
“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai.

Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.
Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba.
“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

PUISIKU

Kotaku tlah berselimut
Hening.......................
tak ada semilir angin bertiup

Mataku penat
Kepalaku berat
Tapi bukan sekarat
aku masih kuat
Menghadap kiblat

ya...............Alloh ya Robb............
Terima kasih, amiin................................

Rabu, 13 Maret 2013

TIPS TERHIDAR TAWURAN


TIPS TERHINDAR DARI TAWURAN
Buat anak-anakku tersayang Kelas 8 D SMP Negeri 4 Cilacap Tahun Pelajaran 2012/2013 ...............
Nah, agar terhindar dari aksi tawuran pelajar ini. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan.
1.       Pertebal iman dan takwa
Kalo kamu memiliki akhlak yang baik, niscaya akan menjauhi hal-hal yang akan merusak.
2.       Melakukan kegiatan poositif
Melakukan kegiatan yang positif baik unttuk mengisi waktu senggang supaya kamu tidak tergoda melakukan kegiatan negatif. Contoh, dari pada nongkrong-nongkrong gak jelas dan berrgabung di salah satu gank, akan lebih baik menjalankan kegiatan olahraga, ekstra kurikuler atau hobi.
3.       Aktif kegiatan sosial
Melibatkan diri dalam kegiatan sosial dapat menghindarkan kamu dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya negatif. Kamu bisa belajar untuk memiliki jiwa sosial sekaligus melatih kemampuan bersosialisasi.
4.       Mengembangkan bakat dan minat
Kamu bisa kok mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat mengasah kemampuan, misalnya saja kursus musik, les piano ,atau kegiatan lainnya.
5.       Hati-hati bergaul
Remaja seusia kamu gampang banget tergoda untuk beragul dengan lingkungan yang tidak baik. Lingkungan yang buruk akan membentuk kamu menjadi bagian dari mereka. Kalau teman kmu ada yang merokok atau memakai narkoba, resiko kmu menjadi junkies juga sama besar. Bergaul dengan teman-teman yang bisa memotifasi ke hal positif

Delapan D Anti Tawuran



STOP TAWURAN

Tawuran pelajar belakangan jadi tren. Tidak hanya di kota-kota besar. Aksi perkelahian antar siswa juga terjadi di kota-kota kecil. Fakta ini jelas membuat miris mengingat, pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang digadang-gadang, seperti kelas VIIID SMP Negeri 4 Cilacap Tahun Pelajaran 2012/2013 di bawah komando Afriza Fadly Baharsyah selaku Ketua Kelas. Mereka tahu dan memahami dampak tawuran yang tentu merugikan diri sendiri. Maka dari itu siswa kelas VIII D
 “ANTI TAWURAN”          

  Dampak Tawuran:            
 1.       Luka-luka hingga meniggal dunia
Setiap tahun jumlah pelajar yang meniggal dunia akibat tawuran pelajar mencapai puluhan. Belum lagi yang harus di rawat di rumah sakit akibat terkena senjata tajam, lemparan batu dan pengroyokan.
2.       Di keluarkan dari sekolah
Sebagian besar sekolah khususnya negri sudah memberikan aturan tegas kepada siswanya. Bagi siapapun yang terlibat dalam akan di keluarkan secara tidak hormat
3.       Banyak musuh
satu musuh terlalu banyak  dan seribu teman belumlah cukup. Semestinya semangat ini lah yang kamu tanamkan di hatimu . Karena, punya satu musuh pun bisa membuat hidupmu merasa tidak tenang.
4.       Mencoreng nama baik
Hanya karena emosi sesaat yang kadang tidak beralasan, banyak pihak yang nama baiknya tercoreng. Diantarannya adalah pihak sekolah dan keluarga. Padahal untuk membangun image bukan persoalan mudah harus dibangun bertahun-tahun.
5.       Berhadapan dengan hukum
Aparat akan bertindak hukum tegas terhadap para pelaku tawuran. Selain bisa terancam denda kamu juga bisa kena pidana kurungan. Jika ini terjadi jelas akan menyusahkan dirimu sendiri maupun keluarga kamu.
6.       Proses belajar-mengajar terganggu
Tawuran jelas akan menyebabkan proses belajar dan mengajar terganggu. Itu karena waktu pengajar tersita untuk mengurusi hal itu. Mereka akan menggunakan energinya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
7.       Merusak fasilitas umum
Masyarakat secara luas jelas akan merugi karena tidak bisa menikmati fasilitas umum yang rusak akibat tawuran.


                                                




                                                                                                                                                                                                                                         
           
                              

                        


Selasa, 12 Maret 2013

KARAKTER BERBANGSA: Memperkuat Pendidikan Karakter Melalui Karya Sastr...

KARAKTER BERBANGSA: Memperkuat Pendidikan Karakter Melalui Karya Sastr...: 1.       Memperkuat Nilai Karakter dan Budaya Bangsa melalui Karya Sastra Latar Belakang: a.      “ character building “ yang  bersifa...

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Sarana Pendidikan Karakter


1.       PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
             SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER
          
a.     Pendidikan Karakter Bangsa lagi “ngetren”
Bagaimanakah peran pembelajaran bahasa Indonesia dalam pedidikan karakter?
b.   Banyak sekali permasalahan yang muncul sebagai akibat rendahnya mutu karakter bangsa.
c.   Terlihat adanya kebingungan terhadap ihwal pendidikan karakter di kalangan pendidik.

Memperkuat Pendidikan Karakter Melalui Karya Sastra


1.      Memperkuat Nilai Karakter dan Budaya Bangsa melalui Karya Sastra
Latar Belakang:
a.     character building “ yang  bersifat kebangsaan dan ketanahairan sudah mulai pudar.
b.     Sastra berfungsi kontributif dalam pembentukan sikap tertentu yang bermanfaat dalam menempuh kehidupan yang sesungguhnya. Teks-teks sastra menyekemakan imaji-imaji manusiawi, yang lifelike, dengan caranya sendiri, baik secara simbolis maupun alegoris. Melalui sastra, kita pun akan mendapatkan raut muka kita sendiri. Kegagalan dan  kekalahan kemanusiaan kita merupakan sesuatu yang secara tetap hadir dalam berbagai teks kreatif: puisi, drama, dan fiksi.